Salah satu cara manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah dengan bekerja.
Nelayan bekerja di tengah laut untuk mendapatkan ikan. Petani bekerja membajak sawah untuk menghasilkan padi yang dapat dikonsumsi atau dimakan bersama keluarga. Namun ada kalanya kebutuhan manusia tidak dapat terpenuhi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbatasnya pemenuhan kebutuhan manusia.
1.
Kondisi geografis
Letak suatu daerah sangat mempengaruhi bentuk aktivitas memenuhi kebutuhan manusia. Contoh untuk orang yang tinggal di daerah pantai, secara geografis berbatasan dengan laut. Hal ini menyebabkan orang-orang yang tinggal di daerah ini sebagian besar hanya dapat menghasilkan kebutuhan yang bersumber pada daya alam laut seperti ikan, kerang, rumput laut, dan lain sebagainya. Kebutuhan pangan orang yang tinggal di laut seperti padi, baju, atau hasil pertanian pasti akan terbatas mengingat kebutuhan ini banyak terdapat di daerah dataran rendah. Begitu juga dengan orang yang tinggal di dataran tinggi mungkin cukup sulit untuk mendapatkan kebutuhan lauk pauk seperti ikan karena kondisi geografisnya yang jauh dari pantai atau laut.
2. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang dimiliki setiap daerah pasti berbeda-beda dan cukup beragam tergantung dengan kondisi geografis yang dimiliki daerah tersebut. Bagi orang yang tinggal di daerah dataran rendah sumber daya alam hasil tanah akan berlimpah ruah, sementara orang yang tinggal di daerah dataran tinggi memiliki keterbatasan itu
3. Sumber Daya Manusia
Tidak semua orang memiliki keahlian yang mumpuni dalam melakukan pengolahan sumber daya alam yang dimiliki daerahnya. Sehingga dibutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut.
Pada topik ini peserta diajarkan akan diperkenalkan bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dan uang sebagai alat tukar. Kegiatan pembelajaran diawali dengan bermain peran seolah-olah peserta didik berada pada suatu kondisi terbatas. Guru akan berperan sebagai narator yang mengarahkan daya berpikir kritis mereka untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Peserta didik dapat bergotong royong dalam membangun dan menciptakan situasi yang mendukung permainan peran. Kegiatan diskusi, wawancara, dan literasi yang dilakukan secara mandiri merupakan kegiatan selanjutnya peserta didik dalam mencari informasi pada topik ini. Guru dapat membantu dengan memperkuat pemahaman serta meluruskan miskonsepsi. Kemudian dari pemahaman tersebut peserta didik akan diajak berpikir kritis berupa peta pikiran dalam kegiatan refleksi.
B.1 Masa Sebelum Uang Ditemukan
Sistem barter adalah sistem pertukaran barang yang digunakan untuk menyediakan kebutuhan manusia pada masa sebelum uang ditemukan. Pada awalnya setiap orang berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya melalui usaha sendiri. Usaha yang dilakukan antara lain adalah berburu, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan sederhana, serta mencari buah-buahan untuk dikonsumsi sendiri. Perkembangan selanjutnya dihadapkan pada kenyataan bahwa apa yang dilakukannya tidak cukup memenuhi seluruh kebutuhannya. Keterbatasan kebutuhan, kondisi geografis, dan sumber daya alam memaksa manusia untuk menjual barang kebutuhan pada masa itu.
Pada tahap awal manusia melakukan pertukaran antara barang dengan barang dari kelompok yang saling membutuhkan. Inilah yang menjadi cikal bakal sistem barter, yaitu sistem penjualan beli barang ditukar dengan barang.
Kelebihan sistem barter:
1. Cukup mudah karena hanya membeli suatu barang dengan barang jenis lainnya.
2. Mendapatkan barang senilai di atas barang yang ditukar.
3. Adanya keinginan yang sama (keinginan saling tukar barang)
4. Barang dapat ditukar berdasarkan kesepakatan.
Kelemahan sistem barter
1. Sulit mendapatkan orang yang ditukar dengan barang yang dibutuhkan.
2. Sulit memperoleh barang yang memiliki nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilai.
3. Sulit menemukan orang yang sama-sama ingin bertukar barang yang saling dibutuhkan.
4. Tidak ada nilai ukur yang pasti.
5. Hanya dapat dilakukan dalam skala kecil.
6. Memberikan waktu untuk mencapai kesepakatan.
B.2 Aku Membutuhkanmu
Ada dua jenis fungsi uang
1. Fungsi asli
· Uang sebagai nilai tukar digunakan sebagai nilai yang dapat ditukarkan untuk mendapatkan suatu barang atau kebutuhan.
· Uang sebagai alat ukur digunakan sebagai nilai menghitung besaran suatu barang atau kebutuhan. Contoh Anton ingin membeli sebuah tas senilai Rp50.000,00, ini menunjukkan Anton cukup membayar sejumlah uang Rp50.000,00 untuk sebuah tas.
2. Fungsi turunan
· Uang sebagai alat pembayaran untuk membayar tanpa ditukar dengan benda, jasa, atau barang apa pun. Contohnya membayar pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan.
· Uang sebagai penunjuk harga menunjukkan harga/nilai dari suatu barang.
Contoh ketika di supermarket bisa kita lihat harga 1 kg mangga adalah Rp11.500,00, harga pensil adalah Rp5.600,00.
· Uang sebagai alat pembayaran hutang.
· Uang sebagai alat penimbun kekayaan. Contohnya seperti menabung yang dapat digunakan saat ada keperluan mendesak.
Jenis uang
Berdasarkan pengelompokannya, jenis uang dibagi menjadi 4 yaitu:
1. Berdasarkan bahan pembuatnya
· Uang logam terbuat dari logam, emas, atau perak dan nominalnya kecil seperti Rp100,00, Rp200,00, Rp500,00, dan Rp1.000,00
· Uang kertas dibuat agar tidak mudah robek, luntur, dan tahan terhadap udara.
Nominalnya besar contohnya Rp10.000,00, Rp20.000,00, atau Rp100.000,00 2. Berdasarkan nilai
· Full bodied money (bernilai penuh) merupakan uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominal, misalnya nilai emas pada uang logam Rp500 bernilai sama dengan nominalnya.
· Representative full bodied money (tidak bersifat penuh) yaitu nilai intrinsik lebih kecil dari nilai nominal. Biasanya terdapat pada jenis uang kertas.
3. Berdasarkan lembaga yang menerbitkan
· Uang kartal diterbitkan oleh Bank Sentral yaitu Bank Indonesia serta digunakan oleh seluruh masyarakat dalam bentuk logam dan kertas.
· Uang giral diterbitkan oleh bank umum dalam bentuk cek atau bilyet giro
|
Uang Kartal |
Uang Giral |
|
Berlaku dan digunakan di seluruh lapisan masyarakat. |
Berlaku dan hanya digunakan di kalangan masyarakat tertentu saja. |
|
Nominal sudah tertera dan terbatas. |
Nominal harus ditulis lebih dahulu sesuai dengan kebutuhan, dan nominalnya tidak terbatas |
|
Dijamin oleh pemerintah. |
Hanya dijamin oleh bank yang mengeluarkannya saja. |
|
Ada kepastian pembayaran seperti yang tertera dalam nominal uang. |
Belum ada kepastianpembayaran dan lembaga yang mengeluarkannya |
4. Berdasarkan kawasan
· Uang lokal hanya berlaku di suatu negara tertentu, misalnya mata uang peso hanya dapat digunakan di negara Filipina.
· Uang regional berlaku di suatu kawasan yang lebih luas daripada uang lokal, misalnya mata uang euro dapat digunakan untuk beberapa negara yang ada di benua Eropa seperti Jerman, Spanyol, Austria, Spanyol, dan lain-lain.
· Uang internasional berlaku di seluruh dunia sebagai standar pembayaran,
contohnya dollar amerika.
Persyaratan uang
Uang yang telah disepakati oleh masyarakat harus memenuhi 7 syarat sebagai berikut.
A. Diterima secara umum ( akseptabilitas ) yakni kegunaannya harus diterima sebagai alat tukar, penimbun kekayaan, atau pembayar utang.
B. Ada jaminan artinya harus dijamin pemerintah sehingga kegunaannya untuk berbagai keperluan dapat dipercaya oleh masyarakat.
C. Nilainya stabil ( stabilitas nilai ) artinya tidak naik-turun ( fluktuatif ) agar orang bersedia menjadi alat tukar.
D. Mudah disimpan ( storable ), yaitu bentuk fisik uang yang tidak terlalu besar atau membutuhkan tempat penyimpanan yang besar.
e. Mudah dibawa ( portabilitas ), yaitu uang mudah dipindahkan dan tidak menyulitkan pengguna untuk membawanya bepergian.
F. Tidak mudah rusak ( durability ) agar dapat digunakan atau tahan untuk jangka waktu yang lama.
G. Mudah dibagi ( divisibility ), yaitu memiliki pecahan nominal yang layak dan dapat dibagi. Contohnya uang Rp100.000,00 dapat dipecah menjadi 2 lembar uang Rp50.000,00 atau 1 lembar uang Rp50.000,00, 2 lembar uang Rp20.000,00 dan 1 lembar uang Rp10.000,00. Fungsi pecahan nominal ini untuk memudahkan pengembalian uang dalam suatu transaksi.
Dalam kehidupan, manusia membutuhkan berbagai barang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dari mana kalian mendapatkan semua keperluan tersebut?
Perhatikan percakapan Mia dan Dara pada gambar. Ibu Mia membutuhkan telur dan tepung untuk membuat kue. Ibu warung menyediakan kebutuhan tersebut. Ibu Mia memerlukan ibu warung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, apakah kemudahan seperti ini sudah berlangsung lama dan terjadi di semua tempat?
Keterbatasan itulah yang pada akhirnya membuat seseorang memerlukan orang lain. Seseorang memerlukan jasa orang lain yang menyediakan kebutuhan itu. Pernahkah kalian ingin tahu bagaimana cara manusia pada zaman dahulu memenuhi kebutuhannya?
